Ciri-Ciri Investasi Apartemen Yang Tidak Menguntungkan

Ciri-Ciri Investasi Apartemen Yang Tidak Menguntungkan 

Apartemen menjadi salah satu investasi yang diburu banyak orang karena beragam kelebihannya dan prediksi keuntungan di masa depan, terutama di kota-kota besar. Investasi apartemen juga dianggap bisa menjaga kestabilan keuangan karena sektor properti nilainya terus meningkat.

Meskipun investasi terlihat menguntungkan, namun juga dapat menjadi boomerang yang merugikan jika tidak dilakukan dengan cermat. Properti merupakan sektor investasi yang bernilai besar namun memiliki resiko yang besar juga (high risk high return). Resiko tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti pemilihan lokasi, akses, status tanah, dan lain-lain.

Dikutip dari situs Seva.id, sebelum Anda memulai investasi apartemen, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal di bawah ini yang bisa membuat nilai apartemen Anda menurun, diantaranya :

  • Apartemen berada di lokasi rawan bencana alam

Lokasi yang aman dan nyaman menentukan banyaknya peminat dan nilai dari apartemen. Jika aset apartemen berada di daerah yang rawan bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan lainnya, otomatis nilainya akan turun. Jadi, pilihlah lokasi yang strategis jika ingin nilai jual apartemen Anda selalu mengalami kenaikan yang signifikan.

  • Akses terbatas dan lokasi sulit untuk ditempuh

Lokasi properti yang kurang strategis, seperti jauh dari pusat kota, akses terbatas, lingkungan kurang memadai, dan sebagainya dapat membuat Anda kesulitan untuk memasarkannya. Jika ingin membeli properti di lokasi yang tergolong kurang strategis, lebih baik Anda mempelajari terlebih dahulu lokasi tersebut dan pertimbangkan proyeksinya beberapa tahun ke depan.

  • Status tanah dan bangunan tidak jelas

Hindari berinvestasi pada apartemen yang sifatnya berstatus sengketa karena akan berakibat fatal. Selain uang yang dikeluarkan semakin banyak, waktu Anda juga akan terbuang untuk mengurus segala macam kelengkapannya ke notaris dan pengadilan. Status tanah dan bangunan yang tidak jelas juga bisa membuat sengketa dengan orang lain. sebaiknya pastikan terlebih dahulu status tanah dan bangunan yang akan Anda beli, apakah sudah sesuai dengan aturan pemerintah atau belum. Pastikan juga tanah dan bangunan tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku agar Anda tidak mengalami kerugian.

  • Ada di daerah property bubble

Istilah ini juga dikenal dengan gelembung properti, yaitu melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi. Kenaikan ini diibaratkan seperti gelembung udara yang semakin membesar, dan pada titik tertentu, permintaan dari properti akan stagnan karena semakin banyaknya properti yang tersedia di suatu tempat. Seiring dengan hal tersebut, tentunya harga properti juga akan turun.  Memiliki aset properti di daerah yang terkena dampak gelembung tersebut akan mengakibatkan kerugian karena nilai jual atau sewanya akan menurun, bahkan bisa ‘terjun bebas’.  

  • Pengembang yang kurang kompeten

Pengembang yang kurang kompeten dapat membuat apartemen Anda terbengkalai, seperti telatnya waktu pengerjaan, spesifikasi tidak sesuai dengan keinginan, dan kesalahan lainnya yang merugikan. Sebuah bangunan yang baik juga tergantung oleh tim konstruksi yang handal dan kompeten. Pengembang yang kompeten harus memiliki sumber daya yang berkualitas tinggi dan juga berpengalaman pada proyek-proyek properti sehingga memiliki perhitungan yang matang terhadap hasilnya nanti.

Anda mencari pengembang properti syariah yang kompeten? Silahkan kunjungi Amanah Realty. Kami akan menjadi partner Anda dalam transaksi properti yang menguntungkan dan sesuai syariah.

 

 

Sistem Keamanan Yang Sebaiknya Ada Di Apartemen Sewa

Sistem Keamanan Yang Sebaiknya Ada Di Apartemen Sewa

Sistem keamanan yang baik akan membuatmu tinggal dengan nyaman saat menyewa apartemen, selain juga berbagai fasilitas lain yang disediakan pemilik maupun pengelola apartemen. Tinggalkan apartemen yang tidak mampu memberikanmu rasa aman, terutama di malam hari karena akan membuatmu selalu merasa cemas dan stress.

Berbagi gedung dengan banyak orang terkadang memang rawan dengan resiko keamanan. Untuk itu, sebelum memutuskan menyewa apartemen, ada baiknya kamu mengecek kelengkapan sistem keamanannya, seperti yang dilansir oleh Jendela360.com berikut ini:

 Personil keamanan yang standby 24 jam

Petugas keamanan yang berjaga 24 jam penuh membuat para penghuni merasa aman dan nyaman, tanpa merasa takut akan terjadi tindak kejahatan atau hal yang tidak diinginkan lainnya. Petugas juga bisa memastikan keamanan unit kamar di saat kamu harus pergi untuk waktu yang cukup lama. Umumnya petugas keamanan ditugaskan menjaga pintu masuk utama apartemen, lobby, serta setiap lantai apartemen. Mereka akan memeriksa setiap orang yang keluar masuk apartemen. Ada juga personil yang bertugas berkeliling di dalam maupun luar gedung apartemen.

 CCTV

CCTV berperan penting untuk memeriksa keadaan di sekitar apartemen. Jika terjadi tindak kejahatan, CCTV dapat membuktikan melalui rekaman di dalamnya sehingga pelaku kejahatan bisa lebih mudah teridentifikasi. Terkadang orang tidak menyadari keberadaan CCTV karena ukurannya yang sangat kecil. CCTV diletakkan di area yang banyak dikunjungi orang maupun tempat yang sepi, misalnya lift, lobby, lorong, halaman, serta basement apartemen. CCTV dinilai efektif membantu kerja personil keamanan. Meskipun begitu, sistem keamanan dengan CCTV tidak bisa memberantas tidak kejahatan sepenuhnya karena rekaman yang ada di CCTV hanya bisa menjadi bukti tindak kejahatan yang terjadi.

Sistem keamanan dengan kartu akses (acces card)

Apartemen yang bagus menggunakan sistem keamanan dengan kartu akses, berupa kartu yang digunakan penghuni apartemen maupun tamu untuk mengakses (keluar masuk) apartemen. Selain penghuni, tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke apartemen tanpa memiliki kartu. Sistem pengunci pintu dengan kartu akses terkadang dilengkapi dengan pengaman darurat. Bila terjadi kebakaran misalnya, pintu akan terbuka otomatis setelah ada sinyal dari sistem alarm kebakaran.

Namun bagaimanapun juga, kamu harus tetap selalu waspada untuk menjaga keamanan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Salah satu caranya dengan mengganti kunci apartemen, untuk mengurangi risiko orang yang tidak diinginkan masuk ke unitmu. Banyak pemilik mengatakan telah mengganti kunci, tapi kadang manajemen apartemen hanya mengganti kunci dengan kunci apartemen di unit lain, begitu seterusnya. Ketika pindah ke apartemen, kamu tidak tahu berapa banyak penyewa sebelumnya yang masih memegang kunci unit tersebut. Minta pemilik apartemen mengganti kunci dengan yang baru, bukan dengan kunci yang pernah dipakai sebelumnya.

Kamu ingin menyewa apartemen yang dilengkapi dengan 3 sistem keamanan di atas? Ayo segera bergabung dengan DEKOST Indonesia! Kami akan memberikan solusi serta penawaran yang menarik khusus untuk kamu.

 

  

  

Menyelesaikan Sengketa Antara Pengembang Properti Dan Konsumen

Menyelesaikan Sengketa Antara Pengembang Properti Dan Konsumen

Permasalahan hukum terus muncul seiring berkembangnya industri properti di Indonesia. Misalnya  sengketa antara pengembang dan konsumen serta pengembang dan perbankan, hingga akhirnya terancam pailit. Persoalan-persoalan yang muncul dalam industri properti seringkali terjadi karena proses jual-beli yang harus melewati proses hukum yang kompleks, membuat pengembang tidak bisa melakukan serah terima barang sesuai perjanjian.

Menurut Yusuf Sofie, Dosen Fakultas Hukum Universitas Yarsi, ada banyak permasalahan properti yang bisa menyebabkan sengketa antara konsumen dan pengembang yang menggunakan hukum kepailitan. Peta masalah tersebut di antaranya, bangunan tidak layak huni, kualitas pekerjaan bangunan, kerusakan bangunan, fasilitas sosial (fasos) tidak terpenuhi, tanah bermasalah dengan pihak ketiga, kenaikan suku bunga, dokumen sertifikat tidak atau belum selesai, lokasi kebanjiran akibat drainase tidak layak, dan realisasi kehidupan bertetangga.

Namun dalam hukum kepailitan, konsumen akan dirugikan. Pasalnya, dalam rezim kepailitan yang di utamakan adalah kreditur. Baru nanti kalau ada sisanya, itu yang diberikan ke konsumen. Oleh karena itu, sengketa konsumen dan pengembang bukan kepailitan karena hubungan mereka bukan utang tetapi gagal serah terima (Kontan.co.id, 02/08/2018).

Sementara itu, Managing Director Smart Property Consulting (SPC) Muhammad Joni menilai, kepailitan bukanlah langkah yang utama dalam menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pengembang. Pasalnya, jual beli properti itu berbeda dengan jual beli produk konsumsi, karena prosesnya harus memenuhi aturan yang sangat kompleks. Dalam hubungan antara pengembang dan pembeli tidak terdapat utang tetapi kewajiban serah terima barang (unit properti). Sehingga sengketa yang terjadi bukan diselesaikan dengan hukum kepailitan tetapi dengan undang-undang perlindungan konsumen. Jika pengembang gagal melakukan penyerahan unit atau lewat dari jangka waktu yang disepakati maka yang ada adalah gagal serah terima dan bukan serta merta jadi utang karena perjanjiannya masih hidup. Sementara kalau pailit itu terjadi kalau ada utang.

Evaluasi konstruksi dalam relasi konsumen dan produsen ada dua yaitu prestasi dan kontra prestasi. Prestasi artinya melakukan serah terima sesuai perjanjian. Dalam hukum Perlindungan Konsumen, barang yang gagal diserahkan sesuai perjanjian harus tetap diserahkan ke konsumen. Jika tetap gagal diserahkan maka uang konsumen harus dikembalikan beserta dendanya. Jika tidak melakukan pembayaran juga, konsekuensinya adalah wan prestasi dan selanjutnya diputus kontraknya. Sengketa konsumen dan pengembang seharusnya lebih tepat diselesaikan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) bukan lewat hukum kepailitan.

Anda mencari developer properti syariah yang kredibel? Silahkan kunjungi Amanah Realty. Kami akan menjadi partner Anda dalam transaksi properti yang menguntungkan dan sesuai syariah.