Syarat Dan Rukun Iktikaf

Syarat Dan Rukun Iktikaf

Iktikaf disyariatkan dalam rangka mensucikan hati dengan beribadah dan bertaqorrub kepada Allah pada waktu yang terbatas tetapi teramat tinggi nilainya. Jauh dari rutinitas kehidupan dunia, dengan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Kholiq (Pencipta). Bermunajat sambil berdoa dan beristighfar kepada-Nya sehingga saat kembali lagi dalam aktivitas keseharian dapat dijalani secara lebih berkualitas dan berarti.

Ibnu Qayyim berkata iktikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beriktikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.

Orang yang beriktikaf harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Muslim
  2. Berakal
  3. Suci dari janabah (junub), haid dan nifas

Oleh karena itu I’tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafir, anak yang belum mumayyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haid dan nifas.

Rukun I’tikaf

  1. Niat yang ikhlas, hal ini karena semua amal sangat tergantung pada niatnya.
  2. Berdiam di masjid (QS Al-Baqarah : 187)

Orang yang beriktikaf bukan berarti hanya berdiam diri di masjid untuk menjalankan peribadatan secara khusus, ada beberapa hal yang diperbolehkan, diantaranya:

  1. Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah Radhiallahu ‘Anhu (HR. Bukhari Muslim).
  2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
  3. Keluar ke tempat yang memang amat diperlukan seperti untuk buang air besar dan kecil, makan, minum, (jika tidak ada yang mengantarkan), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya.
  4. Makan, minum dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.

Sedangkan hal-hal yang membatalkan iktikaf adalah:

  1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar, karena meninggalkan masjid berarti mengabaikan salah satu rukun iktikaf yaitu berdiam di masjid.
  2. Murtad (keluar dari agama Islam).
  3. Hilang Akal, karena gila atau mabuk.
  4. Haid
  5. Nifas
  6. Berjima’ (bersetubuh dengan istri), tetapi memegang tanpa nafsu (syahwat), tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri istrinya.
  7. Pergi shalat Jum’at (bagi mereka yang memperbolehkan iktikaf di mushalla yang tidak dipakai shalat Jum’at).

Melaksanakan iktikaf memerlukan kondisi tubuh yang prima karena sebagian besar aktifitas akan terfokus untuk beribadah dan akan mengurangi waktu istirahat. Pastikan untuk berobat terlebih dahulu jika kamu sakit sebelum melakukan iktikaf.

Nikmati kemudahan berobat dengan tinggal di hunian sewa yang dipersembahkan oleh DeKOST Indonesia. Kami menyediakan apartemen syariah berkonsep kost sewa yang dilengkapi dengan sarana kesehatan dan fasilitas unggulan lainnya di kawasan strategis Kampus IPB.

Ayo segera daftarkan dirimu ke DeKOST Indonesia. Kesempatan terbatas, jangan sampai terlewatkan.

081111 7 5566

http://lihat.review/wa/dekostindonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *