Yasmin Raya 40, Bogor, Jawa Barat 16113
+62 251 8575648
info@dekostindonesia.com

Makna Puasa Ramadhan

Apartemen Kost Syariah Pertama dan Terbesar di Indonesia

Makna Puasa Ramadhan

Makna Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan menjadi ibadah yang dinanti kaum muslimin. Banyak keberkahan dan pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi yang melaksanakannya.

Namun tahukah Anda apa sebenarnya makna dari puasa?

Puasa secara bahasa bermakna menahan.

Adapun secara istilah bermakna ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu. [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 8]

Dari segi historis puasa Ramadhan tidak langsung diperintahkan begitu saja. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal, sebelum Nabi menerima perintah puasa Ramadhan,

Nabi telah melaksanakan puasa ‘Asyura dan puasa tiga hari setiap bulannya.

Secara singkat sejarah puasa Ramadhan sendiri mulai diwajibkan (untuk melakukan ibadah puasa Ramadhan) pada tahun ke 2 Hijriyah atau 624 Masehi setelah Nabi hijrah ke Madinah, bersamaan dengan disyariatkannya salat Ied, zakat fitrah, dan kurban. Hal ini berarti, bahwa puasa adalah suatu ibadah yang bernilai universal dan ibadah yang disempurnakan dari umat-umat terdahulu.

Imam As-Sawi dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa kewajiban puasa yang ditetapkan oleh Allah pada bulan Ramadhan dilakukan selama sebulan penuh. Hal itu mengacu pada tafsiran kata ma’dudat pada awalan Q.S al-Baqarah: 188, yaitu kurang dari 40. Hal itu karena, kebiasaan orang-orang Arab masa lalu jika menggunakan kata ma’dudat maka yang dimaksud adalah kurang dari empat puluh.

Pada awal diperintahkan ibadah puasa Ramadhan, tata cara berpuasa berbeda dengan sekarang, seperti larangan makan, minum dan bersetubuh dengan istri di malam hari. Jika dilanggar maka tidak boleh berbuka sampai tiba waktu berbuka lagi.

Diriwayatkan oleh Bukhari, sahabat Umar bin Khattab pernah tertidur disamping istrinya, dan pada malam harinya sahabat Umar pun mendatangi istrinya lalu menunaikan hajatnya karena tidak kuasa menahan hasratnya. Setelah itu, Umar merasa bersalah pada dirinya mengapa ia tidak kuasa menahan keinginannya. Ia tidak bisa tidur dua sampai tiga hari, sampai akhirnya ia ceritakan kepada Nabi  Muhammad SAW. Nabi pun menjawab dengan firman Allah Q.S. Al Baqarah ayat 187 :

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu…,”.

Para sahabat semakin gembira dengan adanya penghapusan puasa pada malam hari setelah berbuka. Setelah itu, syariat puasa dan aturan-aturan puasa Ramadhan berlaku seperti yang kita rasakan saat ini. Seperti yang difirmankan oleh Allah Swt pada Q.S. Al Baqarah ayat 187 :

“… Dan, makan serta minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…,”.

Itulah sejarah singkat puasa Ramadhan yang harus kita ketahui. Hikmah dari sejarah puasa Ramadhan ini adalah kita bisa merasakan kemudahan dari Allah untuk semua hamba-Nya dalam beribadah sekaligus merupakan kekhususan bagi umat Nabi Muhammad.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah keimanan serta ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala. Wallahu a’lam bisawab.

Anda ingin berinvestasi apartemen syariah?

Silahkan datang ke DEKOST Indonesia! Kami akan memberikan solusi serta penawaran yang menarik khusus untuk Anda.

081111 7 5566
http://lihat.review/wa/dekostindonesia

 

  

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Assalaamu'alaykum, Bismillaah, saya tertarik info tentang Dekost Indonesia
Powered by