Dampak Psikologis Perilaku Free Sex Di Kalangan Remaja

Dampak Psikologis Perilaku Free Sex Di Kalangan Remaja

Seks bebas (free sex) menjadi momok yang meresahkan masyarakat. Apalagi saat ini perilaku ini sudah umum terjadi di kalangan remaja. Penyebabnya antara lain adalah kurangnya pemahaman tentang agama dan kasih sayang keluarga, serta lingkungan pergaulan yang salah.

Yang paling berpengaruh dari adanya masalah sosial ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan dan akhirnya memicu tindakan aborsi yang pada akhirnya bisa berdampak pada kematian.

Free sex di kalangan remaja tidak hanya berdampak pada fisik saja, tetapi juga psikologis. Diantaranya:

  • Dihantui Perasaan Bersalah

Free sex akan memicu perasaan berdosa, takut akan kehamilan, serta lemahnya ikatan antara kedua belah pihak yang dapat menyebabkan kegagalan setelah berumah tangga. Bahkan sampai  menimbulkan penghinaan dalam masyarakat sehingga menyebabkan dihantui perasaan bersalah.

  • Hilangnya Harga Diri

Seks pra nikah ini nantinya bisa menyebabkan seseorang merasa harga dirinya telah jatuh, dan kemudian susah untuk mengembalikannya dalam kondisi sebelumnya.

  • Muncul Penyakit Seksual

Pelaku free sex dapat menyebabkan kelainan seksual yang masuk ke dalam macam-macam gangguan jiwa, seperti keinginan untuk selalu berhubungan seks tanpa disadari. Penderitanya akan menghabiskan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seks maupun kontak fisik lainnya seperti pelukan, rangkulan, ciuman, dan lainnya hingga membayangkan bentuk tubuh seseorang luar dan dalam.

  • Sulit Berkosentrasi

Pelaku umumnya menjadi pemalas, sering lupa, sering melamun, hingga sulit untuk berkosentrasi sehingga semua pekerjaannya menjadi tertunda karena kehilangan fokus. Sikap ini diakibatkan karena pengaruh dari bayang-bayang seks pra nikah yang dilakukannya. Sehingga membuat otaknya hanya berpikir untuk seks dan melampiaskan hasrat seksualnya tersebut.

  • Memicu Tindakan Kriminal

Saat pelaku free sex tidak memiliki partner untuk seks bebas, maka dirinya akan berusaha untuk pergi ke tempat prostitusi. Dan paling parah adalah mereka bisa menjadikan anak-anak sebagai korban pemerkosaan.

  • Menjauh Dari Lingkungan Sosial

Malu akan gunjingan orang lain dan hilangnya rasa percaya diri akhirnya membuat pelaku free sex menjauh dari teman dan keluarganya sehingga memicu gangguan kepribadian anti sosial.

  • Tubuh Semakin Melemah

Dampak seks bebas lainnya yang cukup terlihat adalah tubuh yang semakin lemah. Hal ini karena pikiran-pikiran yang ada di dalam dirinya yang mana memicu ciri ciri depresi berat yang membuat hilangnya nafsu makan, kesulitan untuk tidur (insomnia), stress dan lainnya yang akhirnya berdampak pada kondisi fisik penderitanya.

  • Sering Berhalusinasi

Pelaku free sex bisa menyebabkan penyakit kejiwaan ringan seperti halusinasi, akibat rasa bersalah yang dipendamnya dan pada akhirnya menganggu kehidupan sosialnya.

  • Kesulitan Dalam Mempertahankan Hubungan

Hubungan seks di luar nikah tidak melulu berakhir dengan pernikahan yang bahagia. Banyak dari mereka yang kesulitan untuk mempertahankan hubungan karena ego yang tidak stabil.  Hubungan seks pra nikah menunjukkan jika tidak ada rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh pelakunya.

Anda bisa turut andil membentengi remaja dari paham free sex dengan menyediakan hunian sewa yang sehat, baik secara fisik maupun sosial.

Segeralah bergabung dengan DeKOST Indonesia. Kami menyediakan apartemen berkonsep kost sewa dengan fasilitas lengkap dan lingkungan Islami, di kawasan strategis Kampus IPB.

Penghuni juga dapat mengikuti beberapa program unggulan untuk menambah keimanan, diantaranya Program Sholat Subuh Berjamaah, Program Tahfidzul Qur’an dan Kajian Fiqih Muamalah.

Silahkan kunjungi DeKOST Indonesia untuk informasi lebih lanjut. Kesempatan terbatas, jangan sampai terlewatkan.

081111 7 5566

www.dekostindonesia.com

http://lihat.review/wa/dekostindonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *