Perbedaan Antara SGA dan NFA dalam Investasi Apartemen

Cari tahu perbedaan SGA dan NFA berikut ini.

Author: Elizabeth Puspa

Berinvestasi apartemen terbilang paling menggiurkan dan menguntungkan. Menurut Archica Danisworo, selaku arsitek utama The Stature, menjelaskan bagi Anda yang memiliki atau berencana membeli apartemen ada baiknya kenali jenis investasi yang tepat untuk jangka panjang. Terdapat dua jenis istilah yang wajib dikenal para investor apartmen.

SGA (Semi Gross Area) merupakan investasi apartemen dengan perhitungan area unit bruto di tambah dengan luas area bersama yang di bagi secara proporsional terhadap seluruh unit yang ada di lantai dimaksud. Sedangkan NFA (Nett Floor Area) adalah area unit internal termasuk area balkon di dalam unit serta lift lobi pribadi yang ada di dalam unit. Namun, penentuan area SGA dan NFA bergantung pada kebijakan pengembang.

Biasanya para pemilik apartemen hanya dapat menikmati area properti miliknya berkisar 80% – 85% dari area semi-gross. Sedangkan pengembang akan memotong 15% – 20%nya. Sehingga Anda tidak perlu panik atau protes jika luas area yang didapatkan ternyata berbeda dengan keterangan yang terdapat di dalam brosur.

Sebelum Anda menjual atau membeli apartemen sebaiknya perhitungkan semuanya secara detai. Berikut rumus menghitung efisiensi NFA:

Contoh perhitungan Signature 2-Bedroom: Ukuran SGA=  146,8 sqm, ukuran NFA= 130,1 sqm. Maka efisiensi unit adalah 

= (SGA-NFA)/NFA

= (146,8-130,1)/130,1

= 12,82%

Sehingga, efisiensi unit SGA-NFA adalah sebesar 12,82%.

“Konsumen sekarang lebih cerdas dan kritis, mereka selalu ingin memastikan uang investasi  bernilai guna. Oleh karena itu, arsitek dituntut untuk terus menciptakan desain dengan efisiensi yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Saat mencari properti untuk diinvestasikan, konsumen harus fokus terhadap nilai NFA karena itulah luas sesungguhnya dari sebuah unit apartemen yang dapat dinikmati langsung oleh konsumen. Pemahaman terhadap efisiensi apartemen ini penting supaya Anda dapat memaksimalkan nilai investasi,” tegas Archica Danisworo.

Sumber : https://glitzmedia.co/post/leisure/career-money/perbedaan-antara-sga-dan-nfa-dalam-investasi-apartemen?page=1


Asyiknya Berbisnis Apartemen Kos!

Fathia Azkia • Juni 20, 2019

RumahCom – Faktanya, tak butuh rumah besar dengan jumlah kamar yang banyak untuk memulai bisnis kamar kos. Sebab mahasiswa maupun pekerja profesional hari ini cenderung menyukai apartemen sewa sebagai tempat tinggal mereka.

Di samping lebih praktis dan mewah, apartemen umumnya dilengkapi sarana dan prasarana lengkap seperti pusat kebugaran, kolam renang, taman, area komersil, cafe, hingga basement parkir yang lega. Inilah kelebihan yang tak bisa ditemui di rumah kos.

Jika diperhitungkan, biaya keanggotaan gym per bulannya mencapai Rp750 ribu. Sedangkan di apartemen, penyewa bisa menikmati semua fasilitas secara gratis. Tidak ada ongkos member karena sudah tertanggung dalam biaya maintenance.

Bagi investor, berbisnis kamar kos di apartemen sudah pasti mampu mendulang keuntungan rutin tiap bulannya.

Katakanlah Anda membeli dua unit apartemen harga Rp350 juta di sekitaran Jakarta. Satu unit bisa Anda sewakan sesuai harga apartemen pasaran semisal Rp4 juta per bulan.

Jika dihitung berdasarkan Kalkulator KPA, maka Anda hanya perlu mencicil sebesar kisaran Rp6 jutaan selama 15 tahun untuk dua unitnya sekaligus. Sementara uang sewa yang didapat adalah Rp8 juta, sehingga ada untung Rp2 juta per bulannya. Menarik, kan?

Selain meraih untung yang menggiurkan, apartemen juga akan menjadi milik Anda. Jika sudah usai cicilannya, unitnya bisa dijual kembali dengan harga yang mungkin sudah berubah satu kali lipat.

Kelebihan Apartemen Kos

Pertama, tingkat permintaan (demand) terhadap kamar kos tergolong tinggi, apalagi di kawasan-kawasan apartemen dekat kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center.

Kedua, capital gain apartemen kos dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Dibanding investasi tanah kosong dan rumah sewa, capital gain apartemen kos rata-rata lebih tinggi.

Ketiga, apartemen kos memiliki capital rate (Cap-rate) 5% – 7%, jauh jika dibandingkan dengan rumah kos.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu satu tahun nilai jual apartemen dekat kampus umumnya tumbuh mencapai 23%. Apabila kenaikan ini konsisten terjadi tiap tahun, maka capital gain bisa dipastikan berada di posisi 100% saat lima tahun mendatang.

Uniknya, beberapa pengembang ada yang menyediakan jasa rental-management untuk membantu para investor menemukan penyewa potensial.

Jasa rental-management memiliki pembagian keuntungan 90:10, di mana pemilik mendapat 90 persen dari hasil sewa. Sementara itu, service charge apartemen dibebankan kepada pemilik dan pemilik biasanya membebankan kepada penyewa.

Untuk harga sewanya sendiri sekitar Rp2,5 juta-Rp3,5 juta per bulan, tergantung tipe. Perhitungan cepat, harga sewa apartemen studio adalah Rp30 juta per tahun, di mana Rp27 juta masuk ke kantong pemilik.

Selanjutnya, jika harga jual apartemen studio mengalami kenaikan Rp10 juta per tiga bulan, maka dalam setahun harganya akan naik Rp40 juta. Dengan demikian, dalam satu tahun Anda bisa mengantongi keuntungan kurang lebih Rp67,8 juta per tahun.

Tapi, Harus Pandai Memilah

Mengingat tindakan kriminal dan penyalahgunaan obat terlarang masih akrab di area apartemen, maka hal seperti inilah yang perlu diketahui saat memutuskan berinvestasi apartemen sewa.

Beruntung, saat ini beberapa pengembang rutin melakukan sejumlah pengawasan ketat, seperti Green Pramuka City (GPC) yang menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba di lingkup apartemen.

Rudy Herjanto, Direktur Utama Green Pramuka City menyatakan “Kerjasama ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, yang kami tanggapi secara serius sebagai bentuk dukungan dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia.”

Sementara itu Irjen Pol. Drs. Dunan Ismail Isja, MM, selaku Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN berharap agar Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan Apartemen dapat diberantas secara maksimal.

“Sebagai upaya terkait hal ini, kami telah menyusun berbagai program diantaranya sistem random check di setiap tower apartemen. Serta melakukan pemeriksaan unit bagi oknum yang mencurigakan berdasarkan data dari BNN dan Kepolisian,” kata Lusida Sinaga, Head of Communications of Green Pramuka City.

Selain program random check, edukasi tentang bahaya narkoba bagi lingkungan kawasan apartemen juga akan dilakukan secara berkelanjutan.

sumber : https://www.rumah.com/berita-properti/2019/6/166070/asyiknya-berbisnis-apartemen-kos

Syahrini dan Luna Maya Sama-sama Jatuh Hati Pada Dunia Properti

Kedua artis Luna dan Syahrini masih hangat dari pembicaraan, tapi yang akan kita angkat bukan permasalahan asmaranya melainkan usaha yang dimiliki keuda artis tersebut. Luna maya dan Syahrini gak hanya cantik, tetapi sukses dengan bisnis yang mereka pegang masing masing loh, mereka memiliki kerajaan bisnis mulai dari kuliner hingga clothing line adalah salah satu jalannya.

Suami dari Reino Barack itu mengaku sebelum terjun di dunia hiburan sebagai biduan, dirinya sudah tertarik terjun ke bisnis properti sebagai investasi.

“Jauh sebelum jadi penyanyi, saya sudah dibekali orangtua, kalau mau menabung ya investasi rumah,” kata Syahrini usai tampil di acara ‘Satu Jam Bersama Syahrini’ di Saffron Show Unit, Sentul City, Bogor, Sabtu (16/12/2017).

Syahrini mengatakan, selama ini publik mungkin hanya tahu bisnis sampingannya di bidang kuliner (kue) dan parfum saja. Padahal sebelumnya Teteh Syahrini sudah terjun ke dunia bisnis properti.

“Itu (properti) silence bisnis saya. Nggak pernah saya publikasikan seperti kue dan parfum,” ucap penyanyi asal Kota Hujan itu.

Ia mengaku memliki usaha kos-kosan dan juga town house di kawasan Bogor dan Rawamangun.

Gak cuma itu aja, kini Syahrini juga membuka bisnis perumahan elit yang diberi nama Khayangan Residence.

Bisnis porperti Luna Maya

Luna Maya, saat ini diketahui merupakan aktris yang cukup sukses berada di bidang bisnis.

Terbukti dengan brand fashion-nya, Luna terus menerus memiliki omset meningkat dan membuat wanita 33 tahun ini nampak jarang berada di layar kaca.

Dilansir dari beberapa sumber Ia bahkan mengaku sudah mulai merambah bisnis properti.

“Lagi coba untuk ke properti sih. Tapi we’ll see, karena modalnya kan kalau properti lumayan gede,” ujar Luna Maya.

Wanita kelahiran Denpasar, Bali ini memilih bisnis properti, lantaran sang ibunda diketahui memiliki lahan kosong di Bali.

Meski begitu ia masih belum tahu akan menjadikan lahan teraebut sebagai villa, resort, atau hotel, lantaran hingga kini dirinya masih memiliki kendala pada unsur modal.

“Ada lahan tanah punya ibu di Bali yang enggak di apa-apain, jadi kita mau do something with it, jadi ya sudah, tapi lagi nunggu modal,” paparnya.

Artikil Asli