Berjamur Bisnis Properti Syariah? Solusi Praktis Hilangkan Ketergantungan pada Bank Ribawi

Mengembangkan bisnis properti syariah sebenarnya memiliki tantangan tersendiri dan yang paling memperngaruhi adalah modal. Tidak sedikit pengembang pada umumnya terpaksa melakukan pinjaman bank sebagaimodal awal untuk memulai bisnis ini namun dalam bisnis properti syariah, pelibatan bank konvensiolan seperti ini diharamkan.

Para pengembang properti ini khawatir, pelibatan bank justru akan menimbulkan riba dan Allah SWT sudah jelas dan mengharamkan riba.

“kami ga punya modal besar. Modal sampai miliaran rupiah enggak ada. Ratusan juta juga jarang kok,” kata Founder Developer Properti Syariah (DPS) Rosyid Aziz kepada kompas.

Menurut dia, pelibatan bank dalam bisnis properti hanya sebuah mitos yang keliru. Sebab, dengan memiliki modal awal puluhan juta pun, seseorang sudah bisa memulai bisnis properti syariah.

“Saya sering memulai dengan modal Rp 10 juta-Rp 20 juta, jadi proyek. Ada ilmu, teknis yang saya ajarkan,” kata Rosyid.

Rosyid menuturkan, para pengembang properti syariah umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan terdiri atas beberapa orang yang membentuk kelompok. Di dalam kelompok tersebut ada kontraktor, pemilik lahan, hingga pemodal, sehingga membuat bisnis ini dapat berjalan dengan mudah.

“Mungkin ada yang salah tangkap ini ada investor, Wan Abud lah, orang Timur Tengah, atau orang Arab yang modalnya triliunan digelontorkan untuk menggarap proyek properti syariah ini. Enggak Pak,” beber Rosyid.

“Dari 300 lebih proyek kami itu, yang melibatkan investor tidak sampai lima proyek. Itupun investor lokal, modal investasinya kecil Rp 100 juta-Rp 200 juta. Enggak sampai miliaran,” imbuh dia.

Karena tidak melibatkan perbankan, Rosyid mengatakan, transaksi jual beli pun juga semakin mudah. Calon pembeli tidak perlu khawatir tidak lolos proses BI checking.

Pengembang hanya melakukan verifikasi terhadap kemampuan membayar calon pembeli. Setelah itu, kedua belah pihak akan membuat kesepakatan soal tenor pembayaran. Semakin besar uang muka dan cicilan yang dibayarkan, tentu tenor akan semakin singkat.

Demikian pula sebaliknya. Bila uang muka dan cicilan semakin kecil, maka tenor yang dibayarkan semakin panjang. Kemudahan seperti itu, menurut Rosyid, yang membuat banyak masyarakat melirik properti syariah.

Alahsil, tak jarang proyek properti syariah sold out dengan cepat sesaat setelah ditawarkan di pasar. “Kalau pengembang yang paradigmanya sudah ngeblok, pasti nolak (cara ini). Tapi bismillah kami jalan kok, tidak ada yang kami langgar kok, semua aturan pemerintah kami penuhi,” tutup Rosyid.

Sumber : https://properti.kompas.com/read/2018/08/19/160000621/tertarik-bisnis-properti-syariah-hilangkan-ketergantungan-pada-bank

Di DEKOST Indonesia, Semua Orang Bisa Jadi Juragan Kos


Di DEKOST Indonesia, Semua Orang Bisa Jadi Juragan Kos

Di DEKOST Indonesia, Semua Orang Bisa Jadi Juragan Kos

BERITA PROPERTI – Pernah membayangkan ingin menjadi pemilik kos dengan penghasilan yang lumayan? Tawaran dari Amanah Realty ini jangan dilewatkan, memiliki kos yang lokasinya berada ditengah komunitas mahasiswa. Pengelolaannya pun berbasis syariah, aman dunia dan akherat.

Prilaku dan kebiasaan mahasiswa saat ini, jika dibandingkan dengan zaman sebelumnya sangat jauh berbeda. Oleh karena itu, perlakuan dan konsep yang ditawarkan juga sungguh jauh berbeda. Mahasiswa zaman kini yang dikenal dengan kalangan milenial, memiliki pemikiran dan pilihan yang beragam, termasuk dalam memilih tempat kos.

Hal inilah yang mendorong Amanah Realty, perusahaan pertama di Indonesia yang mengembangkan konsep apartemen kos berbasis syariah. Perusahaan yang digawangi oleh sekelompok anak muda ini, sudah mempelajari dan menemukan konsep yang tepat bagi mahasiswa zaman now. Mereka mengembangkan proyek pertama bertajuk DEKOST Indonesia, dekat kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

“DEKOST Indonesia merupakan proyek apartemen syariah berkonsep kos sewa dengan fasilitas lengkap, aman dan nyaman dengan lingkungan Islami di kawasan strategis Kampus IPB. Kami tidak hanya sekedar menghadirkan hunian saja namun juga pembangunan manusia secara moral dan spiritual,” ujar Direktur Amanah Realty, Teuku Fadhil Aruna.

DEKOST, kata Teuku Fadhil, bermakna sebagai kos-kos an syariah yang terlengkap, terbaik, terkini dan terintegrasi. Tower nantinya yang akan dihuni oleh ikhwan (pria), dibuat terpisah dengan tower khusus buat akhwat (perempuan). Keamanan yang diterapkan sangat tinggi, sehingga masing-masing tidak bisa saling masuk ke tower yang berlainan jenis.

“Potensi sebagai investasi yang sangat menguntungkan, jika memiliki unit di DEKOST. Total mahasiswa IPB ada sekitar 28 ribu orang dan setiap tahunnya ada 4.000 mahasiswa baru yang bertambah. Ini merupalam captive market yang sangat besar dan menjadi penyewa potensial,” kata Marketing Manager DEKOST Indonesia, Muhammad Haikal.

Dengan investasi sebesar Rp 200 jutaan perunit, pemilik bisa mengantongi keuntungan dari hasil penyewaan yang rata-rata sekitar Rp 16 juta hingga Rp 17 juta pertahun. Bandingkan jika membeli rumah seharga Rp 300 jutaan dengan harga sewa yang juga hampir sama setiap tahunnya. Terlebih lagi, potensinya tidak akan habis selama IPB masih beroperasi dan menerima mahasiswa baru.

DEKOST Indonesia dikembangkan di atas lahan seluas 1,7 ha, yang akan merangkum tujuh tower. Setiap tower terdiri dari 5 lantai dan setiap lantai rata-rata terdiri dari 50 unit yang semuanya merupakan type studio. Total akan ada 1200 unit kos-kos an dengan fasilitas apartemen yang akan ada di DEKOST Indonesia. Pengelolaannya juga akan langsung ditangani oleh pengembang.

“Saat ini sudah terjual lebih dari 50 % untuk tower satu dan dua dan pembeli untuk tower khusus perempuan lebih dominan. Kami targetkan pada Oktober 2020 mendatang, sudah bisa dilakukan serah terima. Ke depan kami bangun DEKOST lainnya yang berkonsep syariah dan menyasar mahasiswa di sejumlah lokasi,” ujar Ahmad Ferza, Project Manager DEKOST Indonesia. Amanah Realty dalam mengembangkan produk, berpedoman kepada tiga poin penting yaitu mengutamakan syariah, memenuhi nilai-nilai ekonomi, kolaborasi dan sosial.

Syahrini dan Luna Maya Sama-sama Jatuh Hati Pada Dunia Properti

Kedua artis Luna dan Syahrini masih hangat dari pembicaraan, tapi yang akan kita angkat bukan permasalahan asmaranya melainkan usaha yang dimiliki keuda artis tersebut. Luna maya dan Syahrini gak hanya cantik, tetapi sukses dengan bisnis yang mereka pegang masing masing loh, mereka memiliki kerajaan bisnis mulai dari kuliner hingga clothing line adalah salah satu jalannya.

Suami dari Reino Barack itu mengaku sebelum terjun di dunia hiburan sebagai biduan, dirinya sudah tertarik terjun ke bisnis properti sebagai investasi.

“Jauh sebelum jadi penyanyi, saya sudah dibekali orangtua, kalau mau menabung ya investasi rumah,” kata Syahrini usai tampil di acara ‘Satu Jam Bersama Syahrini’ di Saffron Show Unit, Sentul City, Bogor, Sabtu (16/12/2017).

Syahrini mengatakan, selama ini publik mungkin hanya tahu bisnis sampingannya di bidang kuliner (kue) dan parfum saja. Padahal sebelumnya Teteh Syahrini sudah terjun ke dunia bisnis properti.

“Itu (properti) silence bisnis saya. Nggak pernah saya publikasikan seperti kue dan parfum,” ucap penyanyi asal Kota Hujan itu.

Ia mengaku memliki usaha kos-kosan dan juga town house di kawasan Bogor dan Rawamangun.

Gak cuma itu aja, kini Syahrini juga membuka bisnis perumahan elit yang diberi nama Khayangan Residence.

Bisnis porperti Luna Maya

Luna Maya, saat ini diketahui merupakan aktris yang cukup sukses berada di bidang bisnis.

Terbukti dengan brand fashion-nya, Luna terus menerus memiliki omset meningkat dan membuat wanita 33 tahun ini nampak jarang berada di layar kaca.

Dilansir dari beberapa sumber Ia bahkan mengaku sudah mulai merambah bisnis properti.

“Lagi coba untuk ke properti sih. Tapi we’ll see, karena modalnya kan kalau properti lumayan gede,” ujar Luna Maya.

Wanita kelahiran Denpasar, Bali ini memilih bisnis properti, lantaran sang ibunda diketahui memiliki lahan kosong di Bali.

Meski begitu ia masih belum tahu akan menjadikan lahan teraebut sebagai villa, resort, atau hotel, lantaran hingga kini dirinya masih memiliki kendala pada unsur modal.

“Ada lahan tanah punya ibu di Bali yang enggak di apa-apain, jadi kita mau do something with it, jadi ya sudah, tapi lagi nunggu modal,” paparnya.

Artikil Asli