Yasmin Raya 40, Bogor, Jawa Barat 16113
+62 251 8575648
info@dekostindonesia.com

Biaya Tambahan Saat Membeli Properti

Apartemen Kost Syariah Pertama dan Terbesar di Indonesia

Biaya Tambahan Saat Membeli Properti

Biaya Tambahan Saat Membeli Properti

Sebelum membeli properti, baik rumah, apartemen, tanah dan lain-lain, Anda harus menyiapkan biaya tambahan selain harga yang diminta oleh pihak penjual. Biaya-biaya tersebut ada yang resmi dibayarkan kepada negara dan pemerintah daerah (mis. PPh, BPHTB, PNBP), dan ada juga biaya untuk pejabat yang melaksanakan jual beli tersebut yang bersifat negotiable.

Apa saja biaya-biaya tambahan tersebut?

  • Pengecekan Sertifikat

Pengecekan sertifikat dilakukan di kantor BPN setempat sebelum proses jual beli dilakukan. Pengecekan sertifikat diperlukan untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya. Biaya pengecekan sertifikat ini tergantung kebijakan kantor pertanahan setempat.

  • Biaya Akta Jual Beli

Kebanyakan PPAT menarik biaya 1-2 persen dari nilai transaksi, tetapi harga ini tidak kaku sehingga klien bisa menawar harga tersebut sepanjang disetujui oleh PPAT. Biaya akta jual beli ini biasanya dibayarkan secara proporsional antara penjual dan pembeli. Tetapi bisa saja biaya ini dibebankan salah satu pihak sesuai kesepakatan para pihak.

  • Biaya Balik Nama

Balik nama sertifikat dapat dilakukan di Kantor BPN setempat. Proses balik nama diajukan oleh PPAT dengan membayar sejumlah biaya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Biaya balik nama ini ditanggung oleh pembeli.

  • Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

PNBP dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan Peralihan Hak atau Balik Nama. Besaran PNBP ini adalah 1 0/00 (satu perseribu/permill) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.

  • PPh (Pajak Penghasilan)

Besarnya PPh adalah 5 persen dari besarnya transaksi. PPh harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Pembayaran PPh dilakukan di bank penerima pembayaran dan kemudian divalidasi ke kantor pajak setempat. PPh ini merupakan tanggungjawab penjual, tetapi ada juga yang membebankan PPh kepada pembeli, jika ada kesepakatan sebelumnya.

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

BPHTB dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Yang menjadi subjek pajak BPHTB pada transaksi jual-beli tanah atau rumah adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan itu, yaitu pembeli. Dasar perhitungan BPHTB adalah nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi terlebih dahulu dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), kemudian dikalikan 5 persen. Besarnya NJTKP berbeda untuk tiap daerah.

Untuk lebih memudahkan, Anda dapat mempercayakan semua perhitungan dan proses-proses yang berkaitan kepada yang lebih ahli dibidang tersebut yaitu PPAT setempat.

Anda tertarik untuk membeli apartemen?

Silahkan kunjungi DEKOST Indonesia! Kami akan memberikan solusi serta penawaran yang menarik khusus untuk Anda.

081111 7 5566
http://lihat.review/wa/dekostindonesia

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Assalaamu'alaykum, Bismillaah, saya tertarik info tentang Dekost Indonesia
Powered by